Alasan Bawa Bekal : Bawa Porsi Paling Pas

17.04.2018
Visual

Segudang alasan yang mengungkapkan manfaat bawa bekal. Mulai dari sehat hingga hemat. Tapi sadarkah kamu akan satu manfaat lagi yang mungkin nggak terlalu terasa? Yaitu porsi makan yang pas, tak berlebih atau perut sudah keburu lapar sebelum waktunya. Apalagi buat kamu yang sedang menjalani program diet atau mindful eating, tak ada lagi alasan untuk melewatkan makan siang.

Menjaga pola dengan asupan makanan sehat memang sulit dilakukan. Apalagi begitu banyak godaan makanan lezat di luar sana. Salah satu cara untuk menjaga asupan makanan sehat setiap hari adalah dengan bawa bekal makanan yang dimasak sendiri di rumah. Tidak hanya menjaga pola asupan, kegiatan ini juga dapat menjaga kebersihan, sekaligus mengatur porsi makanan sesuai kebutuhan.

Bagaimana mengatur porsi makan sesuai kebutuhan yang tepat? Kebanyakan orang menggunakan insting atau kira-kira saja dalam mengatur porsi makannya. Mungkin yang digunakan sebagai takaran adalah apakah perut ini sudah cukup kenyang dengan porsi tersebut atau tidak. Padahal menurut anjuran Kementrian Kesehatan, ada cara untuk menghitung porsi bekal ideal. Nah, sebenarnya ada cara mudah untuk mengendalikan porsi paling pas lewat bawa bekal. Berikut triknya.

Menghitung Porsi Makanan Pokok untuk Bawa Bekal

Nggak afdol rasanya jika kita belom makan nasi. Tak salah kok statement yang satu ini. Hanya saja, ada takaran tertentu agar porsinya pas. Kamu bisa memilih makanan pokok berupa karbohidrat, seperti nasi atau mi untuk memenuhi kebutuhan kalori. Jika kamu terbiasa makan nasi, jumlah yang dianjurkan adalah 500 gr dalam sehari, untuk min 1.000 gram per hari.

Untuk perhitungannya, 100 gram itu sama dengan satu cangkir atau satu kepalan tangan orang dewasa. Untuk perhitungan normal, orang dewasa butuh 5 cangkir atau lima kepal nasi dalam sehari. Untuk porsi makan siang, kamu cukup menghabiskan 2 kepal nasi saja.

Bawa Bekal? Jangan Lupa Sayur dan Buah

Demi menjamin angka kecukupan gizi, Kementrian Kesehatan menganjurkan orang dewasa untuk mengonsumsi 400 hingga 600 gram sayur dan buah dalam sehari. Untuk membaginya, pastikan dua pertiganya adalah sayur dan sepertiga sisanya adalah buah.

Menurut pedoman gizi yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan, seratus gram sayur matang (tanpa kuah atau saus) sama dengan satu cangkir. Karena tubuh orang dewasa butuh minimal 400 ratus gram sehari, maka bagi sayuran dengan porsi satu cangkir waktu sarapan, satu setengah cangkir untuk makan siang, dan satu setengah cangkir untuk makan malam.

Untuk buah-buahan, kamu perlu mengonsumsi satu setengah hingga dua cangkir sehari. Misalnya buah yang dikonsumsi adalah satu buah jeruk medan atau satu buah apel. Untuk makan siang, kamu bisa mengonsumsi 1 buah apel atau jeruk, dan sisanya dikonsumsi saat sore hari.

Membagi Lauk Pauk saat Bawa Bekal

Nggak nikmati dong jika karbohidrat dinikmati tanpa lauk pauk. Nah, untk lauk pauk, dibagi menjadi dua jenis, yaitu hewani dan nabati. Dalam sehari kamu bisa memenuhi kebutuhan gizi mulai dari 100 sampai 400 gram lauk pauk nabati, dan untuk hewani 70 sampai 160 gram perhari.

Untuk porsi bawa bekal makan siang, karena tubuh ini harus mengonsumsi 160 gram dalam sehari, jadi saat makan siang, kamu bisa mengonsumsi satu potong paha bawah ayam berukuran sedang atau satu potong kecil dada ayam (setara dengan 50 gram). Sebenarnya, kamu bisa mengonsumsi lauk pauk cukup dengan ayam saja, tapi agar lebih kaya rasa, kamu bisa memvariasikan aneka lauk dalam bekal.

Agar bawa bekal menjadi trik yang tepat untuk menentukan porsi yang pas, usahakan untuk tidak mengambil nasi terlalu banyak kemudian menumpuknya dengan sayur dan lauk pauk. Manfaatkan sekat dalam wadah bekal makan siang untuk mengendalikan porsi makan. Agar tak terlalu berlebihan dan tetap segar ketika harus melanjutkan aktivitas.