Proses Penjurian CHC 2013

Penjurian 10

Menyeleksi 66.621 karya mengarang dan menggambar menjadi 300 karya terbaik memang membutuhkan kesabaran dan ketelitian ekstra. Tim Penyeleksi Karya Tulis harus membaca lebih dari 20 ribu karya sedangkan Tim Penyeleksi karya Gambar harus memilih lebih dari 45 ribu karya untuk disaring menjadi ke Top 50 masing-masing kategori (SD-SMP-SMA).

Kemudian, untuk memilih Top 3 dari Top 50 pun membuat para Juri bekerja keras. Banyak karya yang bagus dan layak menjadi juara, namun, tetap harus memilih 3 terbaik dari masing-masing kategori.

Proses penjurian dan penilaian final dilakukan pada 23 April 2013 di kantor pusat Tupperware Indonesia.
Juri menggambar adalah Butet Kartaredjasa (pemeran teater, pemilik studio grafis Galang Communication), Wicaksono Adi (pengamat seni rupa), Nashir Setiawan (Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Tarumanegara, Yogyakarta), Kana (pelukis, pendiri Rumah Seni Palet) dan Agung Purwadi (perwakilan Tupperware).

Para juri menggambar perlu kecermatan ekstra dalam mengamati setiap gambar. Untuk menyamakan visi penilaian yang berbeda-beda, para juri memfokuskan satu hal utama dalam penilaian mereka yaitu segi orisinalitas atau keaslian.

Penjurian2

Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) penilaian juri didasari pengertian bahwa gambar tersebut mencerminkan kemurnian dunia anak-anak. Untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) penilaian juri meningkat kepada seberapa mengena gambar tersebut mencerminkan tema yang diberikan. Sedangkan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) selain keterkaitan dengan tema, penilaian juri didasari pula oleh segi kreatifitas.

“Sedikit sulit menilai karya anak-anak SMA karena pikiran anak-anak remaja masa kini sangat jarang yang murni kreatif. Rata-rata sudah ada efek kontaminasi kemajuan jaman,” ungkap Butet Kartaredjasa saat memeriksa karya gambar tingkat SMA.

Sejumlah nama pun keluar sebagai pemenang lomba menggambar tingkat SD, SMP dan SMA. “Dari seluruh gambar, karya anak-anak SD lebih memukau. Hampir semua memperlihatkan keasliannya bahwa memang mereka menggambar sesuai imajinasi anak-anak,” ujar Wicaksono Adi.

Untuk penjurian lomba mengarang, dewan juri terdiri dari: Arswendo Atmowiloto (penulis, wartawan sejumlah media cetak), Helvy Tiana Rosa (penulis, pendiri Forum Lingkar Pena), Shahnaz Haque (duta Tupperware SheCAN), Ali Muakhir (penulis buku anak, pemilik kelas menulis Winner Class) dan Umayanti Utami (perwakilan Tupperware).

Penjurian8

Para juri lomba mengarang ekstra teliti membaca setiap karya. Mereka tidak kesulitan mengingat kembali isi cerita untuk bersama-sama mendapatkan kesepakatan bagi nilai akhir. Juri menilai setiap tulisan berdasarkan keaslian, kreativitas, alur cerita dan logika.

"Dari segi pengolahan cerita, anak-anak menulis semakin baik. Ada beberapa anak yang tahun-tahun sebelumnya juga ikut lomba ini, Saya perhatikan teknik penulisannya semakin baik. Saya tetap salut dengan anak-anak SD, tulisan-tulisan mereka banyak kejutan," ungkap Helvy Tiana Rosa yang telah 8 kali menjadi juri lomba mengarang CHC.

Para juara sudah ditentukan, pengumuman pemenang akan muncul di website Tupperware dan di beberapa media masa di akhir April dan awal Mei 2013.(NM)

comments powered by Disqus