BERITA & KALENDER KEGIATAN



Go

Join Mailinglist

Dapatkan informasi tentang produk baru dari Tupperware melalui E-mail Anda !

Rabu, 4 Juli 2012 

Selamatkan Ratusan Nyawa Melalui Gerakan “Blood For Life” ( Mieke Valencia Randa )

Apa yang akan Anda lakukan jika salah satu dari keluarga kita dalam keadaan kritis dan membutuhkan tranfusi darah segera. Permasalahan mucul kala stok darah ternyata kosong. Tak sedikit dari kita yang pernah memiliki pengalaman seperti ini, belum lagi bagi mereka yang memiliki penyakit yang berkaitan dengan darah seperti talasemia dan leukemia. Berdasarkan data Palang Merah Indonesia (PMI), sekitar 4,7 juta kantong darah dibutuhkan negara ini per tahunnya.

Melalui kemampuannya di bidang digital dan social media, Mieke melakukan edukasi dengan menunjukkan bagaimana kemajuan teknlogi sesungguhnya telah memudahkan kehidupan manusia dalam berbagai sisi kehidupan, termasuk di bidang medis.

Blood for Life (BfL) adalah sebuah wadah yang menjadi jembatan bagi mereka yang ingin mendonorkan darah untuk orang lain kapan pun dibutuhkan tanpa perlu melalui birokrasi yang rumit. BfL mempertemukan pendonor dan mereka yang membutuhkan bantuan donor darah.

Salah satu kasus yang sempat terbantu dengan adanya BfL adalah ketika ada seseorang yang telah lama menderita kanker rahim dan membutuhkan bantuan darah bergolongan AB. Ia kebingungan harus kemana mencari stok darah. Ketika orang tersebut menghubungi BfL, kebutuhan itu langsung tersebar melalui jejaring sosial. Dalam waktu setengah jam, banyak yang bersedia mendonorkan darah mereka untuk menolong pasien penderita kanker tersebut. Keesokan harinya, orang tua pasien tersebut menghubungi Mieke dan mengucapkan terima kasih padanya karena persediaan darah yang dibutuhkan anaknya untuk operasi sudah cukup.

Saat ini, Mike semakin giat mengajak orang untuk menjadi pendonor, karena ia sangat prihatin dengan kondisi stok darah yang seringkali tidak mencukupi. Suatu hari pernah ada seseorang yang menderita tuna netra menghampiri Mieke dan meminta Mieke untuk memandunya ke PMI karena ia ingin mendonorkan darahnya untuk menolong sesama yang membutuhkan. Mieke pun tersentuh dan dengan ikhlas mengantarkan orang tersebut ke PMI.

Mieke mengaku apa yang dilakukannya ini tidak lepas dari pengalaman pribadinya. Ketika sang ibu mengalami kondisi kritis dan membutuhkan transfusi darah secepatnya. Kala itu Mieke masih bekerja sebagai pegawai swasta dan pekerjaannya sebagai Account Manager menyita waktunya. Ketika ia akhirnya tiba di rumah sakit, ibunya telah meninggal dunia karena kehabisan darah. Ia merasakan penyesalan yang mendalam karena tak dapat menyelamatkan nyawa sang ibu. Inilah salah satu alasan yang mendorongnya untuk merintis BfL.

Setelah berjalan sekitar 2 tahun, BfL sudah banyak menolong orang-orang yang membutuhkan donor darah secara darurat tidak hanya di Jakarta tetapi sampai ke daerah-daerah di Indonesia seperti Yogyakarta, Manado, Banjarmasin, Padang, dan lain-lain. Ketika dimulai melalui akun Facebook, hanya 44 orang menjadi anggota, kini tidak kurang dari 5000 orang terdaftar siap donor dan 400 ribu menjadi anggota akun BfL. Kini Mieke sedang merintis pembentukan Young BfL dengan target anak-anak remaja.

Ibu tiga anak yang awalnya adalah wanita karir ini, kini mendedikasikan hidupnya untuk menolong orang lain. ”Saya melakukannya dengan penuh suka cita. Saya ikhlas melakukan segalanya, karena Tuhan sedang menggunakan saya untuk menolong orang lain,”ungkapnya dalam wawancara dengan sebuah majalah wanita.




Share |