Go

Join Mailinglist

Dapatkan informasi tentang produk baru dari Tupperware melalui E-mail Anda !

Kamis, 2 September 2010 

Children Helping Children 2010 - Sehari Bersama Para Juri CHC 2010

WORKSHOP diadakan di Aston Hotel serta Pantai Festival Ancol pada 6 Agustus 2010. Para juri secara bergantian memandu sesi mereka dengan gaya yang santai dan hangat sehingga para pemenang CHC ini merasa nyaman dan senang hati mengikuti setiap sesi.

Mengolah Kreativitas Menulis Helvy Tiana Rossa memulai workshop menulis dengan memberikan sebuah uji kreativitas pada anak-anak ini. Ia ingin mereka menulis ulang cerita populer Malin Kundang dan Cinderella. Namun Helvy menginginkan para pemenang CHC untuk mengkreasikan alternatif alur lain sesuai imajinasi mereka untuk kedua cerita tersebut.

”Pada dasarnya, tingkat ide tulisan kalian itu sudah tinggi. Apalagi dilihat dari segi usia, tentunya kemampuan kalian menulis itu sudah sangat baik. Namun dalam materi ini, Kakak hanya ingin mengasah lebih dalam lagi kreativitas kalian agar kalian mempelajari hasil dari tulisan-tulisan kalian,” jelas Helvy.

Selama workshop ini, Helvy banyak memberikan tips seputar tehnik menulis dan wawasan berguna seputar mengolah kreativitas menulis. ”Pada intinya, teknik menulis tidak perlu berporos pada teori. Catat saja semua hal yang menarik di sekitar kalian lalu kembangkan. Penting untuk kalian ketahui, bahwa membaca bukan hanya sekedar membaca, tapi belajarlah dari apa yang kalian baca,” ujar Helvy seraya menutup workshopnya.

Berani Berpikir ”Out of the Box” ”Apa itu kreatif?” tanya Shahnaz Haque saat membuka workshopnya. Shahnaz ditemani sang suami, Gilang Ramadhan membawakan materi seputar motivasi dan kreativitas.

”Berpikir berbeda dari yang biasanya!“ Rossi Risky Bestari,pemenang kedua dari tingkat SMP menjawab dengan lantang.

”Ingat kata Kakak kemarin, bahwa Kakak kagum dengan keberanian kalian yang dapat berpikir Out of the Box. Artinya kalian berani berbeda, itu yang dinamakan kreatif!“ sambung Shahnaz.

Gilang lalu mempergakan sebuah praktek berpikir out of the box. Gilang membawa sebuah galon air kosong dan mulai memukul galon tersebut.

”Ayo kalian tebak, galon kosong ini bisa mengeluarkan berapa jenis bunyi?“ tanya Gilang pada anak-anak.

Gilang lalu memukul galon kosong tersebut di berbagai sisi dan menunjukkan pada anakanak ini bahwa di tiap sisi berbeda, akan mengeluarkan bunyi yang berbeda pula. Ilustrasi ini mengajarkan agar mereka tak perlu takut untuk menciptakan hal yang berbeda dalam menggali kreativitas kala mengukir sebuah karya.

Shahnaz dan Gilang menekankan bahwa dalam menciptakan suatu kreativitas tidak perlu menilai diri dari sudut pandang mampu atau tidak. Artinya, bagaimanapun latar belakang kehidupan, kreativitas adalah satu sisi lain dari kehidupan yang patut dikembangkan.

Sutri Agus, siswa SMK Lagoa Jakarta Utara yang menduduki juara kedua tingkat SMA menjadi sebuah contoh nyata bahwa keterbatasan tak dapat menghalangi sebuah kreativitas. Agus yang tinggal di pinggiran kota bersama orang tuanya yang merupakan seorang buruh dan pembantu rumah tangga menunjukkan bahwa latar belakang ekonomi yang serba kekurangan tak membuatnya putus asa.Seluruh juri, termasuk Shahnaz dan Gilang kagum terhadap dorongan diri yang dimiliki Agus.

”Anak seperti Agus ini, sudah tidak peduli dengan anggapan orang mengenai dirinya.Yang Ia pikirkan hanya bagaimana caranya untuk merubah hidup dirinya dan orang tuanya menjadi lebih baik. Percaya atau tidak, semakin hidup kita susah, kita jadi semakin kreatif dan itu telah dibuktikan oleh Agus!“ ungkap Shahnaz.

Di akhir sesi, Shahnaz meminta anak-anak untuk menuliskan di selembar kertas apa kegiatan yang dapat menunjang kreativitas menurut mereka.

”Menulis, bernyanyi, menggambar, memasak, bermain” tulis Eva Septiana Simorangkir (pemenang kedua tingkat SD) dan Sherina Salsabila (pemenang ketiga tingkat SD). Mereka berdua mendapatkan kenang-kenangan spesial dari Gilang dan Shahnaz, sebuah stick drum yang telah ditandatangani oleh Gilang. Selain itu, Shahnaz dan Gilang juga memberikan tanda tangan pada setiap kaos yang dikenakan oleh 12 pemenang lomba mengarang CHC 2010.

Didaulat Menjadi Wartawan
Gol A Gong memberikan materi seputar teknik menulis yang sedikit berbeda dari Helvy Tiana Rossa. Ia mengajak para pemenang untuk keluar menghirup udara segar di sekitar Pantai Festival Ancol. Belajar gaya outdoor ini membuat anakanak semakin bersemangat menyimak materi Gol A Gong yang berbagi pengalamannya semasa masih menjadi wartawan.

”Ada lima hal yang harus menjadi pedoman wartawan, yaitu konsep penulisan 5W+1H,” jelas Gol A Gong. Ia lalu meminta anakanak untuk melakukan pekerjaan layaknya seorang wartawan dengan cara mewawancarai orang-orang yang bekerja di sekitar Pantai Festival Ancol dengan konsep 5 W (Who,What,Where,When,Why) dan 1 H (How).

Para wartawan muda ini mewawancarai berbagai macam orang dengan berbagai profesi seperti penjual kaca mata keliling, tukang sapu, pekerja restoran hingga pedagang kaki lima. Melalui simulasi ini, Gol A Gong ingin mengajarkan bahwa sebagai seorang penulis harus punya jiwa layaknya seorang wartawan yang tak pernah luput dari detail 5W 1H dalam tulisannya.

Bersenang-Senang Kemudian...
Setelah melewati berbagai aktivitas selama dua hari, Tupperware Indonesia mengajak ke- 12 pemenang CHC 2010 ini untuk menikmati waktu bebas di arena bermain Dunia Fantasi (Dufan) Ancol. Bersama para orang tua dan guru pendamping, anak-anak ini menikmati waktu bermain yang fun dan menghibur.Kegiatan ini sekaligus menutup tour mereka bersama Tupperware dalam CHC 2010.

Sumber: Tuppernews




Share |