Para Finalis CHC ini diundang oleh Tupperware
untuk menghadiri acara pemberian penghargaan
kepada pemenang serta mengikuti tour edukasi
dan workshop menulis di Jakarta. Kegiatan
ini berlangsung selama tiga hari pada 5 -7
Agustus 2010.
Mengintip Proses Pembuatan Buku
Pada hari pertama, Tupperware Indonesia
mengajak para finalis mengunjungi Kantor
Pusat Erlangga for Kids untuk menerima materi
seputar proses pembuatan sebuah karya tulis
yang kemudian dijadikan sebuah buku.
“Kalian semua yang terpilih menjadi finalis
adalah pemenang karena karakteristik tulisan
kalian yang unik dan juga punya nilai tambah,
baik dari segi moral maupun ilmu pengetahuan,”
ujar Rani Nuraeni (Editor Erlangga for Kids) yang
merupakan salah satu juri lomba mengarang
CHC 2010. Rani memberikan masukan-masukan
seputar ide-ide penulisan sambil menunjukkan
proses cetak sebuah buku dalam workshopworkshop
Erlangga for Kids.
Para finalis lalu mengunjungi langsung
workshop-workshop Erlangga For Kids. Disini
mereka bisa melihat bagaimana proses mencetak
buku-buku pelajaran serta buku-buku cerita
untuk anak-anak.
Anak Indonesia Semakin Peduli Sesama
Acara pemberian penghargaan dilangsungkan
di Graha Bhakti Budaya (Taman Ismail
Marzuki) dan dihadiri oleh sekitar 600
siswa-siswi SD hingga SMA.
Hadir pula tim juri Helvy Tiana Rossa (penulis
dan pendiri Forum Lingkar Pena), Shahnaz
Haque (Duta 3E Tupperware), Rani Nuraeni
(Editor Erlangga For Kids) serta Yanty Melianty
(Marketing Director Tupperware Indonesia). Satu
juri lainnya, Gol A Gong (penulis dan pendiri
Rumah Dunia) berhalangan hadir saat acara
penghargaan.
“Terima kasih untuk anak-anakku tersayang
yang sudah bersedia untuk memberikan karya
tulisan kalian. Lewat satu karya tulis yang
kalian kirimkan, artinya kalian telah membantu
menyumbang sejumlah 10 ribu rupiah untuk
membantu teman kalian yang kurang beruntung.
Tahun ini karya tulis yang terkirim mengalami
peningkatan dari tahun lalu. Artinya semakin
banyak anak Indonesia yang peduli pada sesama,”
sapa Nining W. Pernama (Managing Director
Tupperware Indonesia) dalam sambutannya.
Shahnaz Haque tampil ke panggung untuk
memaparkan pengalamannya sebagai juri Lomba
Mengarang CHC 2010.
“Ide menulis kalian semua benar-benar
menyentuh dan berani berpikir out of the box!
Yang lebih mengagumkan lagi, keberanian
untuk berpikir out of the box ini justru banyak
kami lihat pada karya-karya hasil anak-anak
SD. Ekspresi kalian dalam tulisan ini sangat
mengagumkan!” ujar Shahnaz .
Tiga rekan juri lainnya, Yanty Melianty, Helvy
Tiana Rossa serta Rani Nuraeni menemani
Shahnaz di atas panggung dan menyatakan
rasa bangga akan tingginya minat anak-anak
Indonesia untuk mengekspresikan rasa
empati mereka pada teman yang tak
seberuntung mereka.
“Kami dari Tupperware Indonesia begitu
bangga kepada anak-anak yang mengirimkan
karya tulisnya kepada kami, karena peserta
lomba Mengarang CHC ini berasal dari berbagai
latar belakang. Selain anak-anak yang secara
ekonomi berkecukupan, terdapat pula anak-anak
yang latar ekonominya kurang mendukung
namun ternyata tetap memiliki kepedulian dan
keinginan untuk membantu temannya yang juga
kurang beruntung,” jelas Yanty.
Anak-anak Tupperware Art School hadir pula
memeriahkan acara CHC ini melalui persembahan
berupa tari dan lagu. Mereka adalah binaan
Tupperware dan Obor Berkat Indonesia (OBI).
Sebuah Cerita Menyentuh
Salah satu finalis di tingkat SMA rupanya menarik
perhatian para juri. Sebuah cerita menyentuh
mengenai Sutri Agus, Siswa SMA Lagoa
(Jakarta Utara) menjadi kenangan tersendiri
bagi para Juri.
”Ada cerita menarik di balik tulisan Sutri Agus.
Karyanya berjudul Perpustakaan Eceng Gondok
berjumlah 65 halaman. Sewaktu membacanya,
kepala cukup pusing juga karena dibuat dengan
tulisan tangan. Luar Biasa! Yang lebih luar
biasanya lagi, saat akan mengirimkan karyanya,
Sutri Agus tak memiliki uang yang cukup untuk
membeli perangko. Tapi berkat keinginannya
yang kuat, akhirnya tulisan ini sampai juga
kepda kami dan bahkan berhasil menjadi
salah satu finalis. Sebuah teladan yang patut
jadi contoh,”ungkap Helvy kala memberikan
apresiasinya pada Sutri Agus, yang memang
datang dari keluarga kurang mampu.
Para juri kemudian mengumumkan pemenang
pertama, kedua, ketiga dan favorit untuk tingkat SD, SMP dan SMA. Tak hanya itu, mengikuti
tradisi-tradisi pada tahun-tahun sebelumnya,
karya tulis pemenang-pemenang ini akan
dijadikan sebuah buku. Kumpulan cerita
pemenang CHC 2010 ini akan menjadi buku
keempat yang pernah diproduksi
Tupperware .
Senyum bahagia tak hanya menghiasi wajah
para pemenang namun juga para orang tua, guru
pendamping serta para suporter yang hadir.
Mereka ikut berbangga dengan keberhasilan
anak-anak ini.
Donasi yang terkumpul dari 10.900 karya
tulis yang terkirim adalah sejumlah 109 juta
rupiah. Jumlah ini kemudian ditambahkan oleh
Tupperware Indonesia sebanyak dua kali lipat
dari total donasi sebagai wujud apresiasi dan
terima kasih Tupperware Indonesia pada seluruh
anak Indonesia atas partisipasi mereka.
Di akhir acara penghargaan, Nining W.
Pernama kembali hadir di atas panggung untuk
menandatangani cek sebesar 218 juta rupiah
yang kemudian diberikan oleh Nining ditemani
para pemenang CHC 2010 kepada perwakilan
dari Sanggar Anak Akar.
Sanggar Anak Akar adalah sebuah sekolah
otonom yang memiliki program positif
untuk membantu anak-anak jalanan mengembangkan bakat seni mereka. Bakat
istimewa ini dibuktikan melalui penampilan
unik anak-anak Sanggar Anak Akar yang
piawai menciptakan harmoni musik indah
menggunakan berbagai produk Tupperware.
Lomba Mengarang CHC ini merupakan wujud
kepedulian terhadap sesama yang terus dibangun
oleh Tupperware melalui program CSR-nya.
Sebuah persembahan dari anak Indonesia
untuk anak Indonesia.
Sumber: Tuppernews