Go

Join Mailinglist

Dapatkan informasi tentang produk baru dari Tupperware melalui E-mail Anda !

Kamis, 2 September 2010 

Children Helping Children 2010 - Anak-Anak Menolong Anak-Anak

Para Finalis CHC ini diundang oleh Tupperware untuk menghadiri acara pemberian penghargaan kepada pemenang serta mengikuti tour edukasi dan workshop menulis di Jakarta. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari pada 5 -7 Agustus 2010.

Mengintip Proses Pembuatan Buku
Pada hari pertama, Tupperware Indonesia mengajak para finalis mengunjungi Kantor Pusat Erlangga for Kids untuk menerima materi seputar proses pembuatan sebuah karya tulis yang kemudian dijadikan sebuah buku.

“Kalian semua yang terpilih menjadi finalis adalah pemenang karena karakteristik tulisan kalian yang unik dan juga punya nilai tambah, baik dari segi moral maupun ilmu pengetahuan,” ujar Rani Nuraeni (Editor Erlangga for Kids) yang merupakan salah satu juri lomba mengarang CHC 2010. Rani memberikan masukan-masukan seputar ide-ide penulisan sambil menunjukkan proses cetak sebuah buku dalam workshopworkshop Erlangga for Kids.

Para finalis lalu mengunjungi langsung workshop-workshop Erlangga For Kids. Disini mereka bisa melihat bagaimana proses mencetak buku-buku pelajaran serta buku-buku cerita untuk anak-anak.

Anak Indonesia Semakin Peduli Sesama
Acara pemberian penghargaan dilangsungkan di Graha Bhakti Budaya (Taman Ismail Marzuki) dan dihadiri oleh sekitar 600 siswa-siswi SD hingga SMA.

Hadir pula tim juri Helvy Tiana Rossa (penulis dan pendiri Forum Lingkar Pena), Shahnaz Haque (Duta 3E Tupperware), Rani Nuraeni (Editor Erlangga For Kids) serta Yanty Melianty (Marketing Director Tupperware Indonesia). Satu juri lainnya, Gol A Gong (penulis dan pendiri Rumah Dunia) berhalangan hadir saat acara penghargaan.

“Terima kasih untuk anak-anakku tersayang yang sudah bersedia untuk memberikan karya tulisan kalian. Lewat satu karya tulis yang kalian kirimkan, artinya kalian telah membantu menyumbang sejumlah 10 ribu rupiah untuk membantu teman kalian yang kurang beruntung. Tahun ini karya tulis yang terkirim mengalami peningkatan dari tahun lalu. Artinya semakin banyak anak Indonesia yang peduli pada sesama,” sapa Nining W. Pernama (Managing Director Tupperware Indonesia) dalam sambutannya.

Shahnaz Haque tampil ke panggung untuk memaparkan pengalamannya sebagai juri Lomba Mengarang CHC 2010.

“Ide menulis kalian semua benar-benar menyentuh dan berani berpikir out of the box! Yang lebih mengagumkan lagi, keberanian untuk berpikir out of the box ini justru banyak kami lihat pada karya-karya hasil anak-anak SD. Ekspresi kalian dalam tulisan ini sangat mengagumkan!” ujar Shahnaz .

Tiga rekan juri lainnya, Yanty Melianty, Helvy Tiana Rossa serta Rani Nuraeni menemani Shahnaz di atas panggung dan menyatakan rasa bangga akan tingginya minat anak-anak Indonesia untuk mengekspresikan rasa empati mereka pada teman yang tak seberuntung mereka.

“Kami dari Tupperware Indonesia begitu bangga kepada anak-anak yang mengirimkan karya tulisnya kepada kami, karena peserta lomba Mengarang CHC ini berasal dari berbagai latar belakang. Selain anak-anak yang secara ekonomi berkecukupan, terdapat pula anak-anak yang latar ekonominya kurang mendukung namun ternyata tetap memiliki kepedulian dan keinginan untuk membantu temannya yang juga kurang beruntung,” jelas Yanty.

Anak-anak Tupperware Art School hadir pula memeriahkan acara CHC ini melalui persembahan berupa tari dan lagu. Mereka adalah binaan Tupperware dan Obor Berkat Indonesia (OBI).

Sebuah Cerita Menyentuh
Salah satu finalis di tingkat SMA rupanya menarik perhatian para juri. Sebuah cerita menyentuh mengenai Sutri Agus, Siswa SMA Lagoa (Jakarta Utara) menjadi kenangan tersendiri bagi para Juri.

”Ada cerita menarik di balik tulisan Sutri Agus. Karyanya berjudul Perpustakaan Eceng Gondok berjumlah 65 halaman. Sewaktu membacanya, kepala cukup pusing juga karena dibuat dengan tulisan tangan. Luar Biasa! Yang lebih luar biasanya lagi, saat akan mengirimkan karyanya, Sutri Agus tak memiliki uang yang cukup untuk membeli perangko. Tapi berkat keinginannya yang kuat, akhirnya tulisan ini sampai juga kepda kami dan bahkan berhasil menjadi salah satu finalis. Sebuah teladan yang patut jadi contoh,”ungkap Helvy kala memberikan apresiasinya pada Sutri Agus, yang memang datang dari keluarga kurang mampu. Para juri kemudian mengumumkan pemenang pertama, kedua, ketiga dan favorit untuk tingkat SD, SMP dan SMA. Tak hanya itu, mengikuti tradisi-tradisi pada tahun-tahun sebelumnya, karya tulis pemenang-pemenang ini akan dijadikan sebuah buku. Kumpulan cerita pemenang CHC 2010 ini akan menjadi buku keempat yang pernah diproduksi Tupperware .

Senyum bahagia tak hanya menghiasi wajah para pemenang namun juga para orang tua, guru pendamping serta para suporter yang hadir. Mereka ikut berbangga dengan keberhasilan anak-anak ini.

Donasi yang terkumpul dari 10.900 karya tulis yang terkirim adalah sejumlah 109 juta rupiah. Jumlah ini kemudian ditambahkan oleh Tupperware Indonesia sebanyak dua kali lipat dari total donasi sebagai wujud apresiasi dan terima kasih Tupperware Indonesia pada seluruh anak Indonesia atas partisipasi mereka.

Di akhir acara penghargaan, Nining W. Pernama kembali hadir di atas panggung untuk menandatangani cek sebesar 218 juta rupiah yang kemudian diberikan oleh Nining ditemani para pemenang CHC 2010 kepada perwakilan dari Sanggar Anak Akar.

Sanggar Anak Akar adalah sebuah sekolah otonom yang memiliki program positif untuk membantu anak-anak jalanan mengembangkan bakat seni mereka. Bakat istimewa ini dibuktikan melalui penampilan unik anak-anak Sanggar Anak Akar yang piawai menciptakan harmoni musik indah menggunakan berbagai produk Tupperware.

Lomba Mengarang CHC ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama yang terus dibangun oleh Tupperware melalui program CSR-nya.

Sebuah persembahan dari anak Indonesia untuk anak Indonesia.


Sumber: Tuppernews




Share |